KEMALIQ RANGET SUKU SASAK

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh guysss perkenalkan saya Baiq Trinadia Alundari biasa di sapa Nadia. Pada kesempatan kali ini saya ingin sekali berbagi informasi tentang tempat yang saya yakin ini menjadi informasi yang jarang kalian temukan atau dengar. Tanpa basa basi langsung aja deh Nadia bahas nih. 

Indonesia merupakan negara yang memiliki beribu-ribu suku bangsa. Salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia adalah suku  Sasak.  Suku Sasak adalah suku bangsa yang mendiami pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak. Sebagian besar suku Sasak beragama Islam. Berbicara tentang suku Sasak, gen z atau generasi milenial tahu tidak  di wilayah ini terdapat tempat yang bernama Kemaliq ? Kalau kamu tahu, aku apresiasi banget yah buat kamu, kalau belum, mari di baca sampai selesai  

Umumnya dapat digambarkan bahwa Kemaliq yang ada di dunia yaitu Kakbah yang merupakan pusat kosmos bumi. Tempat yang sangat sakral dan suci menjadi tanda tempat berkumpulnya umat muslim seluruh dunia. 

Begitu pula di atas tanah suku Sasak , Kemaliq adalah salah satu budaya yang ada di Dusun Ranget Desa Suranadi kecamatan Narmada Lombok Barat. Di wilayah ini ada seorang tokoh atau kepala dusun yaitu  Septori Wirawan kelahiran 2 September 1984 merupakan keturunan orang ke-5 yang menjaga Kemaliq itu sendiri. Beliau adalah sebagian kecil dari orang orang yang sadar akan warisan yang diberikan oleh leluhur. 

Kemaliq menurut Septori Wirawan didefinisikan sebagai prasasti-prasasti leluhur orang Sasak di mana itu menjadi bukti bahwa leluhur suku Sasak memang orang Islam, yang jika kita berbicara tentang agama, dapat dikatakan bahwa sejak dulu masyarakat Sasak ini adalah Islam. Warisan Kemaliq ini dapat berupa batu, pohon, makam. Khususnya untuk Kemaliq Ranget yang ditandai dengan mata air dan batu. 

Kemaliq ini adalah tempat, tanda atau salah satu identitas suku Sasak  di mana dulunya pada tahun 1800san dijadikan sebagai tempat bertafakur leluhur zaman dahulu yang menimbulkan energi positif di tempat itu. Septori Wirawan adalah salah satu orang yang merasa memiliki tanggung jawab penuh akan tempat yang merupakan warisan leluhur itu, sering melakukan ibadah dan memanjatkan doa. Melihat hal itu, masyarakat yang kurang mengenali warisan nenek moyang ini, melihat hal semacam itu sebagai sesuatu yang bid’ah. Menurut Septori Wirawan, tidak ada salahnya kita mau bersujud dimanapun, bukankah setiap sudut bumi ini merupakan hamparan masjid? Ungkapnya. Selain tempatnya yang sakral dan suci, Septori Wirawan melakukan hal itu untuk tetap melestarikan budaya dan mempertahankan warisan leluhur. 

Dulunya Kemaliq merupakan tempat acara silaturahim dan berkumipul masyarakat agar tetap terjalin keharmonisan. Semakin berkembangnya zaman, energi positif yang dihasilkan dari Kemaliq membuat banyak masyarakat luar atau suku lain yang ingin sekali mengambil alih Kemaliq. Suku lain sudah berani mengakui dan merubah bentuk semula dari Kemaliq.  Saat ini Kemaliq sudah di bungkus dengan  bangunan yang bentuknya sedemikian rupa di rancang sehingga menimbulkan istilah baru di dalamnya. 

Faktanya hanya sedikit masyarakat yang peduli akan hal itu, di tambah dengan minimnya pengetahuan masyarakat tentang budaya Kemaliq yang di wariskan oleh leluhur. Septori Wirawan mengaku lebih memilih mundur sedikit untuk merebut kembali Kemaliq yang saat ini diaku suku lain. Karena penduduk Ranget merupakan mayoritas Islam, tentu menjadi suatu hal yang bertentangan jika Kemaliq ini di temboki dengan bentuk lain. Disamping itu Septori Wirawan mempunyai harapan besar kepada masyarakat agar mulai mengetahui identitas dirinya sendiri, siapa dirinya, dari mana dia berasal, siapa leluhurnya, dan sebagainya yang berkaitan dengan pengenalan jati diri. 

Hal ini dianggap sangat penting, agar kita tidak kehilangan identitas diri, identitas tempat yang kita pijak. Karena jika tidak, maka kita akan dibodohi oleh orang luar yang ingin meraup keuntungan. 

Nah kalian sudah dapat satu informasi menarik hari ini hihi, kalau kalian ingin memberi kritik dan saran, silahkan komentar di bagian bawah yaaa. 

Salam manis dari Nadia 


Komentar

  1. Tulisan yang sangat menarik min🀩

    BalasHapus
  2. Sangat informatif dan pemuda harus mengenal budayanya sendiri.

    BalasHapus
  3. Keren, menambah pengetahuan sejarah suku sasak

    BalasHapus
  4. Terimakasih karena telah memberikan informasi yang sangat bermanfaat ini. Semangat berkarya semoga bisa menghasilkan lebih banyak karya lagi

    BalasHapus
  5. Informasi yang sangat menarik dan bisa menambah wawasan. Semangat yaa!

    BalasHapus
  6. Keren bisa menambah wawasan, semangat terus

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIAPA AKU

KEMALIQ RANGET